Agile Model

Merupakan model inkremental, pengembangan perangkat lunak secara berulang dengan perputaran iterasi yang cepat. Hasil keluaran terlihat setiap iterasi yang dilakukan Gambar 1. Setiap hasil keluaran di uji untuk memasikan kualitas perangkat lunak tetap terjaga. Extreme Programming (XP) merupakan salah satu contoh penggunaan agile model.

agile-model

Gambar 1 – Agile Model

Keuntungan:

  • Kepuasan pelanggan karena pengerjaan yang cepat “terlihat”
  • Bisa terus diperbaiki dan berubah requirement
  • Interaksi antara customer (business people) – developer terus berjalan dari awal hingga selesai
  • Terjadinya komunikasi tatap muka (cara terbaik berkomunikasi)

Kekurangan:

  • Sulit menghitung tenaga yang dikeluarkan dalam sebuah lifecycle
  • Kurangnya rancangan dan dokumentasi
  • Projek bisa melenceng jauh jika customer tidak tahu tujuan akhir-nya apa
  • Junior programmer not allowed to take any decision!

Cocok bagi:

  • Customer yang suka galau, karena cost perubahan spek tidak besar
  • Perancangan perangkat lunak belum jelas
  • Yang mau lihat trend ditengah jalan dalam menentukan pilihan kedepan

Reference:

  1. Agile model advantages and disadvantages
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s