Perbedaan Iterative dan Incremental Model

 

Perbedaan terletak pada Gambar 1 dan Gambar 2. Pada Gambar 1 terlihat tidak terdapat full spek requirement. Proses penyempurnaan dilakukan setiap tahap iterasi. Pada Gambar 2 terlihat requirement terbagi menjadi beberapa bagian seperti puzzle. Setiap cycle diibaratkan seperti potongan puzzle yang disusun hingga sempurna.

iterative-model-example

Gambar 1 – Iterative Model

incremental-model_11

Gambar 2 – Incremental Model

Iterative model membentuk gambaran produk secara kasar diawal untuk kemudian di review dan ditingkatkan pada setiap iterasi hingga sempurna. Gambar 3 menunjukkan bahwa keseluruhan product dibangun step-by-step.

iterative-model

Gambar 3 – Iterative Model Cycle

Keuntungan:

  • Bisa dibangun berdasarkan High-level design, kemudian baru membangun pondasinya.
  • Karena dibangun step-by-step maka dapat terlihat defect secara dini.
  • Bisa dapat feedback user secara efektif dan reliabel.
  • Less time documenting – more time designing.

Kekurangan:

  • Setiap tahapan rapuh karena tidak ada overlap.
  • Kemungkinan penambahan biaya arsitektur dibelakang karena requirement tidak dikumpulkan semua di awal

Cocok bagi:

  • Projek besar.
  • Requirement dan tujuan akhir sistem sudah jelas dan dimengerti.
  • Mayor requirement harus ada, detailnya bisa dikemudian hari

Pada model incremental sifatnya modular (seperti puzzle). Setiap modul dikerjakan dalam sebuah iterasi seperti Gambar 4. Modul pertama dibangun dalam sebuah iterasi kemudian bisa di presentasikan pada user, setelah fix baru kemudian iterasi kedua atau modul kedua dibangun kembali, hingga modul terakhir berlangsung.

incremental_model

Gambar 4 – Incremental Model Cycle

Keuntungan:

  • Generate perangkat lunak secara cepat (tanpa menunggu hingga semua selesai bisa terlihat).
  • Lebih fleksibel.
  • Lebih mudah di uji dan debug pada setiap iterasi.
  • User bisa feedback setiap tahapan.
  • Lebih mudah mengelola risiko.

Kerugian:

  • Membutuhkan rancangan yang sangat baik.
  • Harus jelas kesuluruhan sistem baru bisa dibagi-bagi menjadi modul.
  • Pengeluaran lebih banyak dibandingkan waterfall model.

Cocok bagi:

  • Sudah memiliki requirement yang komplit dan jelas
  • Tidak mengejar waktu
  • Menggunakan teknologi baru
  • Tidak membutuhkan tenaga ahli ekstra
  • Terdapat risiko dan target yang besar
Advertisements