Waterfall Model

Merupakan model pertama yang dikenalkan dalam pengembangan perangkat lunak. Disebut juga dengan linear-sequential life cycle, karena tahapannya lurus, mudah dipahami, dan digunakan. Masing-masing tahapan pada waterfall model harus diselesaikan sebelum berlanjut ke tahapan selanjutnya, tidak bisa overlaping Gambar 1.

waterfall-model

Gambar 1 – Waterfall model

Keuntungan:

  • Mudah digunakan dan dipahami.
  • Mudah di kelola karena setiap tahap punya target yang spesifik dan melalui proses review.
  • Setiap tahap dilakukan sekali hingga selesai, tidak overlap.

Kekurangan:

  • Ketika sudah tahap testing, sangat sulit kembali ke tahap selanjutnya untuk merubah komponen yang tertinggal.
  • Risiko tinggi dan ketidakpastian.
  • Tidak cocok untuk projek kompleks dan object-oriented projects.
  • Tidak cocok untuk projek yang kebutuhannya masih belum jelas.

Cocok bagi:

  • Projek dengan skala kecil.
  • Sudah memiliki perancangan yang detail.
  • Requirement jelas dan tidak ambigu.
  • Teknologinya sudah dipahami.
  • Mengetahui titik permasalahan.
  • Memiliki ketersediaan solusi.
  • Mudah mencari tenaga ahli.
  • Projek jangka pendek.
Advertisements